Singaraja (Antara Bali) - Kepolisian Resor Buleleng, Bali, menyelidiki kasus penemuan orok di Desa Banyuatis Kecamatan Banjar yang sempat menggegerkan warga di daerah itu.

"Memang benar ada penemuan orok di Desa Banyuatis dan kami masih melakukan pendalaman lebih jauh," kata Kapolsek Banjar, Kompol Anak Agung Gede Sena, Selasa.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengecek ke lokasi dan juga sudah melakukan visum intensif dibantu petugas medis Puskesmas Banjar II terkait penemuan orok tersebut.

Dikatakan pula, keempat saksi yang telah diperiksa telah dimintai keterangan. "Ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari siapa pelakunya," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilokasi penemuan bayi orok termasuk memintai keterangan sejumlah saksi-saksi.

"Untuk sementara saat ini orok tersebut masih dititipkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng di Kota Singaraja dan kami akan terus periksa secara intensif," kata dia.

Sementara itu, warga Dusun Tengah, Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng dibuat geger dengan penemuan bayi orok berjenis kelamin perempuan diduga berusia 6,5 bulan dalam kandungan, dengan tali pusar masih melekat dan panjang 30 centimeter dan berat 1,2 kilogram. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026