"Dibandingkan sehari sebelumnya pada H-2, Rabu (15/7) jumlah pemudik mencapai 2.282 orang atau terjadi penurunan 42 persen atau sekitar 970 pemudik, karena tahun ini banyak pemudik pulang lebih awal, " kata Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Terminal Ubung, Anak Agung Eka Putra, Jumat.
Ia menjelaskan, penurunan disebabkan banyak pemudik yang memilih pulang lebih awal pada H-6 sampai H-8 Lebaran karena sudah memasuki liburan sekolah anak anak mereka.
"Selain itu, mereka mencari waktu pulang lebih awal mengantisipasi kenaikan tiket bus hingga 30 persen yang sering terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran," imbuh dia.
Sementara itu, ia menuturkan, jumlah penumpang tertinggi terjadi pada H-6 Lebaran Sabtu pekan lalu (11/7) yang mencapai 3.051 pemudik dengan angkutan bus mencapai 85 armada.
"Penumpang paling banyak terjadi pada H-6 Lebaran karena bertepatan dengan penutupan sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat abu vulkanik Gunung Raung yang mengganggu penerbangan, sehingga banyak yang mengarahkan perjalanan dengan naik bus terutama ke Jawa," katanya.
Eka Putra menambahkan, keberangkatan pemudik tahun ini didominasi bus tujuan Jawa Timur seperti Jember, Banyuwangi, Malang dan beberapa daerah lainnya. "Tetap didominasi bus tujuan Jawa seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia.
Pihaknya tetap mengingatkan kepada penumpang mudik lebaran agar tetap waspada dan berhati-hati serta tidak mengenakan perhiasaan berlebihan sehingga tidak memancing tindakan kriminal.
Ia menambahkan, selama masa mudik, baik menjelang dan pasca Lebaran, Terminal Ubung membuka posko khusus menyediakan informasi serta layanan kesehatan bagi penumpang terminal. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.