Denpasar (Antara Bali) - Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bali Anak Agung Gede Anom Wartawan mengatakan, jumlah warga lanjut usia atau lansia di Pulau Dewata pada 2010 meningkat sebesar 10 persen.

"Jumlah lansia tahun 2010 mengalami kenaikan 10 persen atau sekitar 300 ribu jiwa," katanya di Denpasar, Kamis.

Ia menambahkan, peningkatan itu hampir sama dengan peningkatan lansia secara nasional, yakni sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau mencapai 24 juta.

Wartawan mengatakan, diperkirakan peningkatan itu akan terus berkembang sampai 2011 nanti, sebab semakin membaiknya usia harapan hidup lansia.

Namun, hal tersebut menyebabkan berubahnya berbagai sendi kehidupan di masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi, katanya.

"Meski terjadi peningkatan jumlah lansia, namun sampai saat ini kami tidak menemukan adanya lansia yang hidupnya terlantar," ujarnya.

Dijelaskan, sebab berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov Bali melalui BKKBN Provinsi Bali untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, seperti Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan penguatan keluarga. Hasilnya, lansia dapat hidup dengan sehat, aman dan sejahtera.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat Bali memiliki nilai sosial "putra sesana" yang mendukung program pembangunan kesejahteraan lansia sehingga belum ditemukan adanya Lansia yang terlantar.

"Konsep 'putra sesana' itu artinya dalam keluarga di masyarakat Pulau Dewata, anak masih bertanggung jawab atas kehidupan orang tuanya di hari tua," ujarnya.

Secara nasional, jumlah lansia yang miskin dan hidupnya terlantar saat ini jumlahnya mencapai 7,3 juta orang. Mereka itu telah disantuni oleh Kementerian Sosial.

Pengertian lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu, katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026