Denpasar (Antara Bali) - Bali meraup devisa sebesar 491.490,02 dolar AS dari ekspor udang (lobster) selama triwulan I-2014, meningkat 31,14 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 374.779,99 dolar AS.

"Sedangkan dari segi volume meningkat 15,70 persen dari 19,23 ton pada triwulan I-2013 menjadi 22,25 ton pada triwulan I-2014," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, pengapalan udang merupakan salah satu dari sebelas hasil perikanan dan kelautan yang andilnya masih relatif kecil yakni 0,37 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 132,96 juta dolar AS.

Total hasil perikanan dan kelautan dari Bali mencapai 26,20 juta dolar AS, meningkat 1,13 persen dibanding triwulan tahun sebelumnya yang tercatat 25,91 juta dolar AS.

Andil hasil perikanan dan kelautan Bali mencapai 19,71 persen dari total ekspor Bali secara keseluruhan.

Ketut Teneng menjelaskan, ekspor udang ke pasaran luar negeri itu terdiri dalam bentuk udang segar dan udang beku yang cukup diminati konsumen luar negeri, karena mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lainnya,

Hasil perikanan dan kelautan lainnya yang menonjol adalah ikan tuna segar dan beku yang mampu menghasilkan devisa sebesar 17,25 juta dolar AS, menyusul ikan kerapu 2,62 juta dolar, ikan kakap 1,30 juta dolar AS.

Selain itu juga ikan hias hidup 388.315 dolar AS, ikan kepiting 35.252 dolar AS dan aneka jenis ikan lainnya 3,67 juta dolar AS, ujar Ketut Teneng. ***2***







(T.I006/B/A013/A013) 09-06-2014 13:38:55

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026