"Selain tuna, masih ada perdagangan hasil kerajinan Bali ke Jepang, meskipun jumlahnya tidak sebanyak tempo hari sebelum bencana alam Tsunami yang menimpa negeri ini beberapa tahun silam," kata eksportir aneka kerajinan Bali, Made Sudiana, di Denpasar, Rabu.
Kualitas hasil kerajinan buatan masyarakat Bali mampu memenuhi selera konsumen di Jepang menyebabkan realisasi ekspor aneka jenis aksesori produksi daerah Bali laris ke negeri tersebut dan mampu memperbesar perolehan devisa dari Jepang.
Ia mengakui masyarakat Jepang banyak membeli hasil laut dari Bali seperti tuna segar maupun yang sudah diawetkan yang nilainya hampir 37 persen dari seluruh devisa yang dikeluarkan selama ini.
Soal harga tidak terlalu masalah bagi konsumen negeri mata hari terbit tersebut yang penting barang dibuat dalam bentuk yang praktis dengan mengikuti pola hidup masyarakat di sana yang lebih mementingkan masalah mutu.
Made Sudiana yang lebih banyak memperdagangkan hasil kerajinan ke negeri itu menambahkan bahwa Jepang merupakan negeri pembeli nonmigas Bali yang terbanyak kedua setelah Amerika Serikat, kemudian disusul dari konsumen Prancis.
Aneka kerajinan buatan masyarakat Bali seperti perabotan rumah tangga dari anyaman bambu yang dipadukan dengan rotan, sumpit yang dibuat dengan artistik dari bahan baku kayu hitam yang dilapisi perak berukir khas Bali laku di negeri itu. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.