Beberapa obyek wisata tersebut di antaranya pemandian Selokambang, pemandian Tirtosari, pemandian Telaga Semeru, Ranu Klakah, Ranu Kumbolo, Pantai Bambang, Pantai Parupa, Air Terjun Manggis, Gua Bima, wisata Agro Kebun Teh, Hutan Bambu, Pura Mandagiri Agung, dan "Waterpark".
Kepala Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Lumajang, Hendro Iswahyudi, Rabu, mengatakan, jenis obyek wisata di Lumajang antara lain obyek wisata alam, obyek wisata buatan, obyek wisata religi dan obyek wisata budaya.
"Sebanyak 80 persen adalah obyek wisata alam berupa pantai, gua, air terjun, danau (ranu), pemandian alam dan agrowisata," papar Hendro.
Menurut Hendro, beberapa obyek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya antara lain pemandian alam Selokambang, Ranu Bedali, Ranu Klakah, Ranu Pakis, Pantai Bambang, Gua Tetes dan wisata air "Waterpark" di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).
"Pendapatan asli daetah (PAD) dari obyek wisata setiap tahun sebesar Rp1,3 miliar, penyumbang PAD terbesar adalah 'Waterpark' dan pemandian alam Selokambang," ujarnya.
Saat ini, kata dia, Kantor Pariwisata sedang berupaya memperbaiki sejumlah sarana penunjang obyek wisata yang ada di Lumajang secara bertahap.
"Anggaran kami terbatas, sehingga pengelolaan obyek wisata belum bisa maksimal. Mudah-mudahan ada investor yang bersedia mengelola sejumlah obyek wisata itu," paparnya.
Ia berharap, Kabupaten Lumajang bisa menjadi salah satu kabupaten wisata di Jawa Timur, sehingga banyak pengunjung yang datang ke kota pisang tersebut.
"Gunung Semeru merupakan salah satu obyek wisata alam di Lumajang yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara karena merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.