Denpasar (Antara Bali) - Bali memperoleh kucuran dana sebesar Rp22,6 miliar untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri selama tahun 2010.

"Dana pemerintah pusat tersebut diarahkan untuk menggarap pembangunan menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat dengan menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan" kata Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Borp Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar Minggu.

Ia mengatakan kucuran dana pemerintah pusat itu dipadukan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali untuk pengentasan rakyat dari kemiskinan sebesar Rp10,1 miliar.

Dana dari APBD Bali itu, antara lain diarahkan untuk pengadaan 375 unit rumah bagi masyarakat miskin, pemberian modal kerja untuk kelompok usaha bersama (KUBE) Rp200 juta, dan pelayanan sosial bagi anak terlantar Rp347,5 juta.

Ketut Teneng mengatakan, pelayanan sosial bagi lanjut usia (lansia) dialokasikan dana sebesar Rp595,9 juta. Alokasi dana PNPM Mandiri diarahkan secara terpadu satu sama lain saling mendukung dengan program yang dibiayai Pemerintah Provinsi Bali.

Bali selama lima tahun sebelumnya, 2004-2009, memperoleh kucuran dana PNPM sebesar Rp155,4 miliar untuk menggarap pembangunan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat.

Dana PNPM tersebut mampu memancing swadaya masyarakat sebesar Rp50,1 miliar. Aspek pembangunan yang umumnya dikerjakan masyarakat secara swadaya itu, antara lain jalan desa, jembatan, pengadaan air bersih, dan saluran pembuangan limbah.

Ketut Teneng menjelaskan, masyarakat secara gotong-royong juga menggarap pembangunan fisik yang menjadi kebutuhan, antara lain pembangunan pasar, gorong-gorong, bak sampah, dan pembangun rumah untuk masyarakat miskin.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat juga menyangkut upaya mengembangkan usaha ekonomi produktif yang mendapat kucuran kredit usaha rakyat (KUR).

Pengembangan usaha ekonomi produktif itu sesuai potensi yang dimiliki, sebagai upaya mempercepat mengatasi kemiskinan dan memberdayakan masyarakat.

Kemudahan dalam bidang permodalan itu telah mampu menumbuhkan usaha wiraswasta yang mandiri, sekaligus diharapkan mampu mengatasi kemiskinan.

"Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri mulai dilaksanakan 2003 hingga sekarang menjangkau hampir seluruh desa dan kecamatan di Bali," kata Ketut Teneng.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026