"Pelatihan berlangsung selama lima hari hingga Sabtu (31/8) melibatkan instruktur luar kampus antara lain Polda Bali, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Universitas Udayana," kata Pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs I Made Subrata MSi di Denpasar, Jumat.
Ia selaku penanggungjawab kegiatan tersebut menambahkan, pelatihan yang digelar secara rutin setiap tahun bagi mahasiswa baru itu mengusung konsep keakraban, tanpa ada penekanan mental dan fisik.
Kegiatan akademik dengan materi antara lain keterampilan manajemen tingkat pradasar dan dasar, sehingga diharapkan mampu membentuk kedewasaan dan kemandirian mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan di kampus.
Sebanyak 517 mahasiswa baru yang mengikuti proses pelatihan keterampilan itu, 174 orang di antaranya dari Fakultas Seni Pertunjukan dan 343 orang dari Fakultas Seni Rupa dan Desain.
ISI Denpasar tahun ini membuka dua program studi baru yakni Program Studi Televisi dan Film serta Program Studi Musik, masing-masing peminatnya tercatat 23 orang.
Panitia mengundang dari pihak luar kampus untuk memberikan materi, antara lain Polda Bali memberikan materi tentang kenakalan remaja, Palang Merah Indonesia (PMI) terkait pembekalan tentang nilai-nilai kemanusiaan khususnya donor darah.
Selain itu juga Prof Dr I Wayan Windia P SH MSi, guru besar Universitas Udayana, memberikan materi tentang adat dan budaya Bali.
Pada acara penutupan dilakukan pembersihan diri (pewintenan) Saraswati khususnya bagi mahasiswa beragama Hindu dengan tujuan untuk menyucikan diri dalam mengemban tugas pendidikan selanjutnya.
"Agenda terakhir adalah penerimaan mahasiswa baru dalam rapat senat terbuka pada Senin (2/9) di Gedung Cita Kelangen ISI Denpasar," ujar Subrata. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.