Denpasar (Antara Bali) - Kegiatan lari atau jalan sehat bersama sejauh enam kilometer, konser musik dan lainnya guna mendukung gerakan mengatasi krisis air sedunia di Bali, yang direncanakan berlangsung Minggu (18/4) pagi, gagal memperoleh dukungan sponsor.
Meski begitu, Rinny Noor selaku penyelenggara resmi "Live Earth Indonesia" dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Denpasar, Sabtu, menyatakan akan tetap melaksanakan kegiatan tersebut sesuai waktu yang telah ditetapkan (18/4), hanya saja dilakukan sejumlah penyesuaian.
Dijelaskan bahwa acara yang semula direncanakan dipusatkan di Garuda Wisnu Kencara (GWK) Jimbaran, dialihkan ke Pantai Pecatu Inda Resort. Susunan acara juga mengalami penyesuaian dengan mempertimbangkan kondisi terakhir.
Kegiatan yang mengalami penyesuaian di antaranya penanaman sejuta pohon, lokasi lari menjadi di sekitar Pecatu dan konser musik tetap dilaksanakan seadanya di tempat yang sama mulai pukul 07.00 Wita.
Rinny megaku telah berusaha meyakinkan berbagai pihak untuk memperoleh dukungan sponsor, namun gagal. Sampai Jumat (16/4), katanya, pihaknya telah menghubungi berbagai pihak guna menyukseskan penyelenggaraan acara tersebut.
"Tetapi sayang, kegiatan yang dimaksudkan sebagai kontribusi Indonesia dalam gerakan mengatasi krisis air yang banyak menimpa penduduk miskin ini, tak mendapat dukungan sponsor. Kali ini saya gagal mengajak berbagai kalangan yang berkompeten untuk mendukung gerakan ini," ucapnya.
Dijelaskan bahwa pemilihan jarak lari atau jalan bersama sejauh enam kilometer, yang mengacu pada jarak rata-rata yang setiap hari ditempuh perempuan dan anak-anak di Afrika untuk mendapatkan air bersih, akan tetap dilaksanakan sesuai perkembangan jumlah peserta dan lainnya.
Panitia semula menyiapkan konser dan sosialisasi tentang air bersih, sekaligus menggalang dana untuk membantu penanggulangan krisis air. Dana yang diperoleh, rencananya didonasikan melalui Kemitraan Air Indonesia, yang akan menyalurkan sumbangan untuk membangun instalasi air bersih.
Penyelenggaraan kegiatan sejenis, katanya, selama ini didukung oleh Dr Ir Sarwono Kusumaatmadja, Essy Riyaka Harjapamekas dari Wanadri, Ir Rachmat Witoelar dari Dewan Nasional Perubahan Iklim, Dr Ir Roestam Sjarief selaku ahli sumber daya air, Ny Amanda Kasili dari The Climate Project Indonesia. Selain itu juga didukung musisi Dwiki Dharmawan, Slank, Nugie, Sherina, DJ Anton, Nadine Chandrawinata dan lainnya.
Rinny menjelaskan, Indonesia tidak lepas dari krisis air karena pada kenyataannya, hanya 24 persen masyarakat yang mempunyai akses mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut, katanya, menyebabkan meningkatnya angka penderita diare dan hepatitis, serta konflik sosial terkait tindakan memperebutkan air bersih.
Sehubungan dengan kegagalan kali ini, Rinny mohon maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Ia juga memohon maaf kepada sejumlah desa di Bali, yang sedianya akan mendapat bantuan air. "Kami juga memohon maaf kepada seluruh artis dan para calon peserta kegiatan," ucapnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.