Banjarmasin (ANTARA) - Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga hari ke-21, Sabtu.
Keputusan penghentian itu dilakukan karena kondisi jasad korban telah berubah sehingga operasi bawah air dinilai tidak lagi efektif jika dilanjutkan dalam kondisi saat ini.
“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.
Meski menghentikan operasi penyelaman, tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan setelah evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi SAR dengan memfokuskan operasi pencarian pada wilayah-wilayah yang berpotensi korban hanyut terbawa arus air laut, yakni di perairan Kalsel, Kalteng, dan Kalbar.
Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.