Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, bergerak menguat 28 poin atau 0,16 persen menjadi Rp17.695 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi penurunan harga minyak mentah dunia seiring harapan perdamaian di Timur Tengah.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan ‘koridor maritim gabungan sementara’ di Selat Hormuz,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan dinamika geopolitik Timur Tengah, Anadolu melaporkan harga minyak mentah Brent anjlok ke kisaran 86,2 dolar AS per barel, melanjutkan penurunan 2,4 persen pada sesi sebelumnya. Begitu pula dengan West Texas Intermediate (WTI) juga turun 5,5 persen menjadi 80,40 dolar AS per barel.
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.