Gianyar, Bali (ANTARA) - Bupati Gianyar I Made Mahayastra telah mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang sekaligus menjadi duta nasionalisme tingkat pelajar ,guna menumbuhkan rasa cinta tanah air khususnya kalangan generasi muda.
“Mereka menjadi duta pelajar yang mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air di lingkungan masing-masing,” kata Mahayastra di Gianyar, Bali, Minggu.
Menurut dia, sebanyak 75 pemuda dan pemudi itu tidak dipilih secara sembarangan melainkan diuji melalui seleksi ketat.
Senada dengan Bupati Gianyar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gianyar I Komang Alit Adnyana menambahkan total ada 279 orang dari 15 sekolah menengah atas (SMA/SMK) di Gianyar yang terdiri dari putra sebanyak 128 orang dan putri sebanyak 151 orang yang ikut tahapan seleksi.
Mereka diseleksi berdasarkan tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), seleksi kesehatan dan parade, seleksi peraturan baris berbaris, kesemaptaan dan seleksi tahapan akhir test kepribadian.
Dari jumlah itu, kemudian dipilih 75 anggota dengan nilai terbaik terdiri dari 36 orang putra dan 39 orang putri.
Mereka kemudian menjalani karantina dan pelatihan intensif sejak awal Agustus 2026 dengan materi baris-berbaris, formasi pengibaran, hingga pembinaan mental dan wawasan kebangsaan.
“Para anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Mereka akan bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rencananya, petugas pembawa baki pada penaikan bendera adalah Nanda Samhita Damarani, dan petugas pengibar Ida Bagus Gede Ari Surya Darma, Anak Agung Gede Parama Kristanta, dan I Komang Adi Wijaya Putra.
Sedangkan pembawa baki pada penurunan bendera adalah I Gusti Agung Diviantari Putri dan petugas penurunan bendera Putu Bawa Suwiardinata, I Made Riski Abhirama, dan Anak Agung Gede Agung Dhananjaya.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.