Buleleng, Bali (ANTARA) - Bupati Buleleng Bali I Nyoman Sutjidra menegaskan Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja atau sebelumnya dikenal dengan titik nol Kota Singaraja merupakan milik seluruh masyarakat sehingga keberadaannya harus dijaga bersama agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi publik.
"Praj Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Bukan milik saya ataupun milik Pak Wakil Bupati. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," kata Sutjidra saat Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja serta Kantor Bupati Buleleng, Rabu.
Puncak karya dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Hermawati Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat.
Prosesi yadnya dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Nata, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana, dan Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Dharma Wijaya Nanda.
Menurut Sutjidra, kawasan ikonik pusat Kota Singaraja itu diharapkan memiliki nilai spiritual sekaligus menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui upacara secara sekala dan niskala, pemerintah memohon keselamatan, kerahayuan, serta keharmonisan agar kawasan tersebut senantiasa metaksu.
Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan sebagai ikon baru Kabupaten Buleleng.
Pada kesempatan itu, Sutjidra juga mengungkapkan rencana mengembangkan kembali Pelabuhan Buleleng sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Kota Singaraja.
Menurut dia, pelabuhan tersebut memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi pintu masuk perdagangan sekaligus mendukung peran Buleleng sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan kebudayaan di Bali.
"Pengembangan kawasan Pelabuhan Buleleng diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Buleleng," ujarnya.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.