Buleleng, Bali (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Buleleng Bali Nyoman Dhukajaya menekankan pendidikan keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam upaya membangun karakter generasi muda di tengah era modernisasi dan globalisasi saat ini.

"Pendidikan keagamaan Hindu widyalaya misalnya yang kini sedang berkembang harus kita kawal bersama terkait urgensi dan fokus lembaga tersebut pada pendidikan karakter," kata Dhukajaya di Kelurahan Banyuning, Kota Singaraja, Kamis.

Menurutnya, pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik siswa semata, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang berintegritas, beretika, serta memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.

Dhukajaya menyampaikan, pendidikan keagamaan Hindu menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai moral, kejujuran, disiplin, toleransi, tanggung jawab, dan semangat gotong royong sejak usia dini.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, dinilai menjadi bekal penting bagi peserta didik agar mampu menghadapi dinamika kehidupan di era global tanpa kehilangan jati diri dan karakter kebangsaan.

"Pada jenjang PAUD misalnya, pendidikan keagamaan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial. Anak-anak harus harus mendapatkan pendidikan tepat pada usia emas anak tersebut," kata dia.

Pihaknya juga menilai sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan agama tidak dapat dibebankan hanya kepada guru di sekolah, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai mitra kerja bidang pendidikan, Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng berkomitmen mendukung berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan pendidikan agama pada berbagai jenjang pendidikan.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026