Badung (ANTARA) - Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Bali, menyelenggarakan pelatihan membuat kue untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Ketua K3S Badung Rasniathi Adi Arnawa di Mangupura, Senin.
Ia mengatakan anakanak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang tinggal di panti asuhan adalah generasi yang kehilangan sosok orang tua, namun tetap berhak mendapatkan pembinaan, kasih sayang, pendidikan, serta penghidupan yang layak sebagaimana anak lainnya.
“Oleh karena itu, melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa dikembangkan,” kata dia.
Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan materi pembuatan kue yang disampaikan diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anakanak didik.
Selama enam hari pelatihan, peserta akan diajarkan cara membuat berbagai jenis kue kering, kue basah, dan olahan roti yang banyak diminati pasar, mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik pengolahan hingga cara pengemasan dan pemasaran sederhana.
“Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memenuhi haknya menuju kemandirian, bisa berusaha sendiri, serta memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung selamanya pada bantuan orang lain,” ujar dia.
Ia menambahkan, pelatihan itu menjadi komitmen K3S Badung dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan bagi anakanak panti, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga rentan dan penyandang disabilitas.
“Ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung,” kata Rasniathi Adi Arnawa.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.