Istanbul (ANTARA) - Korea Selatan (Korsel) akan meluncurkan satelit observasi Bumi berukuran menengah keempat menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California pada Selasa waktu setempat, menurut laporan media lokal.
Satelit seberat 500 kilogram itu telah menyelesaikan pemeriksaan fungsi dan pengisian bahan bakar selama sebulan terakhir, dan kini menunggu peluncuran dengan roket Falcon 9, lapor kantor berita Yonhap yang berbasis di Seoul pada Minggu, mengutip Kementerian Administrasi Dirgantara Korea (KASA).
Satelit tersebut dijadwalkan terlepas dari wahana peluncur sekitar 2 jam 22 menit setelah lepas landas, kemudian melakukan kontak pertama dengan stasiun bumi sekitar 31 menit kemudian melalui stasiun darat Svalbard di Norwegia.
Satelit tersebut membawa muatan yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk kamera observasi yang mampu memotret seluruh wilayah Semenanjung Korea setiap tiga hari.
Satelit itu diharapkan akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain di bidang pertanian dan pengelolaan hutan, pemantauan perubahan kawasan hutan, penanggulanagan bencana, analisis perubahan iklim, serta peningkatan keselamatan publik.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.