Denpasar (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali menyerahkan bantuan mesin pengering padi (vertical dryer) kepada Kelompok Tani Sari Galih Mesari di Desa Adat Bebalang, Kabupaten Bangli sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Senior Manajer Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto di Denpasar, Bali, Selasa, mengatakan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diberikan untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani, yakni proses pengeringan gabah yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Saat musim hujan, proses pengeringan menjadi terhambat, sehingga kualitas dan nilai jual gabah menurun.

"Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Bangli. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas petani, menjaga kualitas hasil panen, meningkatkan nilai jual gabah, dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut Imbar, program TJSL PLN tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian masyarakat melalui program yang berkelanjutan.

Ketua Kelompok Tani Sari Galih Mesari, I Gusti Putu Wargita mengungkapkan bahwa mesin pengering padi tersebut menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi petani, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

"Kendala utama kami selama ini adalah pengeringan saat cuaca mendung atau hujan. Selain itu, hasil rendemen beras juga belum maksimal karena alat yang digunakan masih sederhana," katanya.

Ia menjelaskan kehadiran vertical dryer membuat proses pascapanen menjadi lebih cepat dan efisien. Mesin tersebut memanfaatkan sekam sebagai bahan bakar dan tenaga listrik sebagai penggerak, sehingga lebih ramah lingkungan dan mampu menghasilkan kualitas pengeringan yang lebih baik.

"Pengeringannya menjadi lebih cepat, hasilnya lebih maksimal, dan efisiensi operasional juga meningkat. Ini sangat membantu kami sebagai petani," ujarnya.

Selain dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat membantu petani di sekitar Desa Adat Bebalang melalui biaya jasa pengolahan yang lebih terjangkau, sehingga nilai jual beras petani meningkat.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar mengapresiasi konsistensi PLN dalam mendampingi kelompok tani melalui Program TJSL.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus menghadirkan pilihan beras berkualitas bagi masyarakat.

“Dulu sebagian proses pengolahan harus dilakukan di luar daerah. Sekarang sudah tersedia di Bangli, sehingga biaya angkut menjadi lebih rendah. Kami optimistis ini akan menggerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Ia menyebut bantuan mesin pengering padi ini merupakan bantuan TJSL PLN yang ketiga bagi Kelompok Tani Sari Galih Mesari, yang menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung perkembangan dan kesejahteraan petani di Bangli.

Melalui program TJSL, PLN UID Bali terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui program pemberdayaan yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat ekonomi lokal.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026