Denpasar (ANTARA) - Sekaa Gong Saron Blambangan, Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melakukan rekasadana (pergelaran) sebagai upaya pelestarian sekaligus revitalisasi kesenian tradisional Bali yang memiliki nilai sejarah dan fungsi penting dalam kehidupan adat masyarakat.
Ketua Sekaa Gong Saron Blambangan sekaligus koordinator pergelaran Wayan Suyadnya di Denpasar, Rabu, mengatakan Gong Saron merupakan warisan leluhur Desa Singapadu yang telah ada sejak tahun 1812 dan terus diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Banjar Seseh.
"Gong Saron ini sudah ada sejak 1812. Gong Saron dianggap sebagai peninggalan leluhur dan warisan dari Desa Singapadu, Banjar Seseh," kata Wayan Suyadnya usai pementasan.
Ia mengatakan generasi yang lebih muda saat ini berkomitmen untuk kembali menghidupkan kesenian yang sempat terhenti agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Sekarang kami generasi yang lebih muda tetap akan membangkitkan lagi seni yang dulu pernah berhenti," ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan untuk mewakili Kabupaten Gianyar dalam PKB 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota sekaa.
Untuk mempersiapkan penampilan di panggung PKB 2026, para penabuh dan pendukung pergelaran telah menjalani latihan intensif selama tiga bulan.
"Kami merasa sangat bangga bisa diminta mewakili Gianyar dan kami sudah mempersiapkan diri sejak tiga bulan yang lalu," katanya.
Wayan Suyadnya menuturkan Gong Saron tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memegang peran penting dalam berbagai upacara adat dan keagamaan masyarakat Bali, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan Manusa Yadnya.
Kesenian tersebut kerap digunakan dalam prosesi kematian, meligia, serta berbagai kegiatan adat di lingkungan puri.
Ia menyebut Gong Saron juga sering diminta tampil dalam kegiatan adat di Puri Pemacutan, Puri Satya, dan Puri Ubud.
"Gong Saron ini perlu dilestarikan karena merupakan peninggalan penting untuk acara Manusa Yadnya seperti kematian dan meligia. Gong Saron juga sering diminta mengisi acara di Puri Pemecutan, Puri Satya, dan Puri Ubud. Kalau ada upacara meligia, biasanya Gong Saron yang ditampilkan," ujarnya.
Melalui penampilan dalam PKB 2026, Sekaa Gong Saron Blambangan berharap kesenian warisan leluhur tersebut semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi Bali di tengah perkembangan zaman.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari/SilviaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.