Denpasar (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengucurkan dana transfer ke daerah (TKD) untuk Provinsi Bali sebesar Rp4,85 triliun selama periode Januari-Mei 2026.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali Supendi di Denpasar, Selasa, menjelaskan realisasi TKD itu mengalami kontraksi 1,06 persen jika dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp4,9 triliun.
“Meski begitu, realisasi tersebut sudah mencapai 48,86 persen dari total pagu Rp9,92 triliun,” imbuhnya.
Ia merinci realisasi komponen TKD itu yakni dana bagi hasil (DBH) mencapai Rp58,98 miliar atau lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya mencapai Rp168,81 miliar.
Kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) Block Grant atau penggunaan dana diserahkan kepada daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah sebesar Rp3,37 triliun, Dana Alokasi Fisik (DAK) Fisik sebesar Rp5,24 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp1,2 triliun dan Dana Desa sebesar Rp199,04 miliar.
Adapun realisasi dana desa lebih rendah 49,77 persen dibandingkan 2025 walaupun serapannya sudah 92,60 persen dari target.
“Dana desa hampir terserap 100 persen. Dana desa sebanyak 50 persen di antaranya untuk Koperasi Merah Putih,” ucapnya.
Apabila dirinci lebih mendalam berdasarkan kabupaten, rata-rata pemerintah kabupaten/kota dan provinsi sudah menyerap 50 persen dana TKD hingga Mei 2026.
Kabupaten Buleleng misalnya sudah menerima TKD sebesar Rp717 miliar atau 49,57 persen dari pagu Rp1,44 triliun, realisasi di Kabupaten Bangli mencapai Rp375,87 miliar (49,34 persen), Karangasem sebesar Rp461 miliar (50,43 persen).
Kemudian Kabupaten Gianyar ada Rp412,96 miliar (48,73 persen), Kabupaten Klungkung Rp361 miliar (48,43 persen), Badung sebesar Rp322,07 miliar (47,15 persen), Denpasar sebesar Rp432,89 miliar (47,77 persen), Tabanan sebesar Rp541,28 miliar (51,85 persen) dan Jembrana sebesar Rp338,43 miliar (50,17 persen).
TKD merupakan bagian dari komponen belanja negara yang hingga Mei 2026 sudah mencapai Rp8,68 triliun atau 41,84 persen dari total pagu belanja negara 2026 mencapai Rp20,74 triliun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.