Denpasar, Bali (ANTARA) - Kepolisian Daerah Bali bersama Densus 88 Antiteror Polri mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran paham radikalisme yang kini semakin masif memanfaatkan ruang digital dan media sosial.
Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai komunitas di Denpasar, Sabtu, Polda Bali mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama dalam menangkal ancaman tersebut demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro mengatakan perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
Namun, kemudahan akses internet juga dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham radikal, ujaran kebencian, hingga informasi bohong yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
"Saat ini, internet telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyimpan ancaman nyata. Salah satu yang harus kita waspadai bersama adalah penyebaran paham radikal melalui dunia maya," ujarnya.
Menurutnya, kelompok penyebar paham radikal kini lebih banyak menggunakan media sosial sebagai sarana propaganda dan perekrutan.
Anak-anak, remaja serta pengguna internet yang kurang kritis menjadi kelompok yang rentan terpapar karena mudah menerima informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Untuk itu, Polda Bali menekankan pentingnya peran komunitas dalam memperkuat ketahanan sosial di tengah masyarakat. Komunitas dinilai dapat menjadi agen perubahan yang membantu menyebarkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kebangsaan.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Komunitas adalah mitra strategis dan ujung tombak dalam menjaga Bali tetap aman, damai, dan harmonis," kata Suwandi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak membangun "Benteng Digital" melalui penggunaan internet secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.
Masyarakat diimbau untuk selalu menyaring informasi sebelum membagikannya, melawan hoaks dengan menyebarkan konten positif serta segera melaporkan akun atau kelompok yang terindikasi menyebarkan paham radikal kepada pihak berwenang.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif yang membahas berbagai persoalan terkait keamanan digital, penyebaran informasi menyesatkan serta langkah-langkah pencegahan radikalisme di lingkungan masyarakat.
Suwandi menegaskan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi penting bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia. Oleh karena itu, sinergi antara Polri, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Melalui kolaborasi tersebut, Polda Bali mengharapkan upaya pencegahan radikalisme dan penguatan literasi digital dapat berjalan lebih efektif sehingga Bali tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai toleransi serta kerukunan.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.