Jembrana, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap ada pertumbuhan ekonomi dari pengusaha yang berinvestasi, di saat anggaran pemerintah daerah berkurang karena efisiensi.
"Pertumbuhan ekonomi tidak hanya dari anggaran pemerintah, tetapi juga dari investasi yang akan banyak menyerap tenaga kerja," kata Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin.
Dia mengatakan Pemkab Jembrana terus mengupayakan menarik investor untuk membuka usaha di Jembrana, yang beberapa di antaranya sudah melakukan pembebasan lahan.
"Ada usaha yang berkaitan dengan pariwisata seperti lapangan golf, hotel dan villa. Ada juga pabrik, seperti rencana pabrik pengolahan porang di Kecamatan Melaya," katanya.
Di sisi lain dia juga mengatakan, dari pengusaha yang sudah memiliki pabrik di Jembrana, dirinya mendapat keluhan perusahaan tersebut kesulitan mendapatkan tenaga kerja.
"Ada anomali antara kebutuhan tenaga kerja dan jumlah pengangguran di Jembrana. Sama dengan wilayah lain, di kami juga ada pengangguran, tapi kok perusahaan itu sulit mendapatkan tenaga kerja. Hal itu yang harus kami selesaikan," katanya.
Dari kajian yang dilakukan, pihaknya melihat sejumlah persoalan sehingga masyarakat yang sebenarnya membutuhkan pekerjaan, tapi memutuskan untuk tidak bekerja di pabrik tersebut.
Persoalan itu antara lain, menurut dia, jam mulai kerja yang terlalu pagi, yang berbenturan dengan kebiasaan masyarakat di Kabupaten Jembrana.
"Karyawan pabrik itu mulai bekerja jam enam pagi, sementara kebiasaan masyarakat di sini jam segitu masih ada pekerjaan di rumah tangga. Sekarang pihak perusahaan memulai bekerja jam tujuh pagi," katanya.
Selain jam kerja, dia juga minta pihak perusahaan menyediakan tempat penitipan anak agar ibu-ibu yang memiliki anak kecil bisa ikut bekerja.
"Kami siap membantu kesulitan-kesulitan investor seperti yang terjadi pada salah satu pabrik ini. Tidak hanya soal perizinan, tapi juga mengatasi masalah operasional seperti tenaga kerja," katanya.
Kepada seluruh perusahaan dia juga mengimbau, untuk merekrut sendiri tenaga kerja tanpa melalui calo.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.