Denpasar (ANTARA) - Konsulat Jenderal Timor Leste sukses memukau penonton dalam pementasan kebudayaan internasional pada ajang Bali World Culture Celebration (BWCC) PKB XLVIII di Gedung Ksirarnawa, Denpasar.

Perwakilan Pembina dari Konsulat Jenderal Timor Leste di Bali, Jastho Pereira, mengungkapkan persiapan matang telah dilakukan demi menampilkan performa terbaik di hadapan publik Bali dan wisatawan saat Pesta Kesenian Bali 2026.

"Untuk persiapannya, kita mempersiapkan semuanya itu kurang lebih dari satu bulan. Tarian ini melibatkan berbagai sanggar tari yang ada di Timor Leste dan juga himpunan mahasiswa yang ada di Bali. Total performer-nya sendiri adalah sekitar 50 orang," kata Jastho di Denpasar, Minggu.

Bagi Jastho pribadi, perhelatan PKB bukan hal yang baru karena ini merupakan kali keempat ia ikut serta. 

Namun, antusiasme tinggi justru datang dari para penari muda yang baru pertama kali mencicipi panggung festival seni terbesar di Bali ini setelah melakoni latihan intensif selama dua minggu.

Salah satu sajian utama yang dibawakan adalah Tari Suru Boik (Suru Boek), tarian ini merupakan kesenian rakyat Timor Leste yang sangat bermakna karena merepresentasikan identitas seluruh provinsi di sana. 

Secara historis, tari Suru Boik mencerminkan hasil akulturasi budaya yang kental antara Timor dan Portugis. 

Tarian ini sejatinya dibawakan secara berpasangan oleh para pemuda dan pemudi sebagai sarana untuk saling mengenal dan menjalin hubungan sosial, yang umumnya dilakukan sebelum terbentuknya hubungan kasih sayang yang lebih dekat.

Selain itu, delegasi Timor Leste juga mengangkat tarian budaya dari salah satu distrik di Timor Leste, yaitu Baucau, lewat Tari Lece, Tari Lece merupakan tarian rakyat yang memiliki esensi mendalam untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.

Melalui partisipasi ini, pihak Timor Leste mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari kemeriahan Pesta Kesenian Bali. 

Berbagi panggung budaya tidak hanya menampilkan estetika gerak, namun juga menjadi media diplomasi yang cair.

"Kesan-kesannya sangat bahagia karena melalui budaya kita bisa mempererat persaudaraan kita, sekaligus memperkenalkan budaya kita masing-masing," pungkas Jastho.

 



Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026