Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyalurkan bantuan keagamaan kepada 82.420 kepala keluarga (KK) beragama Hindu masing-masing sebesar Rp2 juta menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026.

“Bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah saat kebutuhan dan harga pangan melonjak menjelang hari raya, terutama di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Kamis.

Ia mengatakan hari raya adalah momentum kebahagiaan, kebersamaan, dan peningkatan spiritualitas. Namun di sisi lain, menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Oleh karena itu, Pemkab Badung harus hadir membantu masyarakat agar tetap memiliki daya beli yang memadai.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan pemerintah ingin memastikan warga merayakan hari raya dengan tenang tanpa terbebani masalah ekonomi.

Pada kesempatan itu, bantuan Hari Raya Galungan diterima oleh masyarakat di Kecamatan Petang (7.876 KK), Abiansemal (22.123 KK), Mengwi (24.166 KK), Kuta Utara (8.729 KK), Kuta (5.336 KK), dan Kuta Selatan (14.190 KK).

“Dengan kondisi ekonomi saat ini, program ini sangat relevan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya beli. Kami ingin memastikan masyarakat Badung tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan," jelas dia.

Selain uang tunai, Pemkab Badung juga menggandeng Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan BPD Bali untuk memberikan potongan harga belanja Rp50 ribu bagi warga yang membeli kebutuhan upacara di pasar bentukan pemerintah.

Ia menambahkan, program itu merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan skema yang terus disempurnakan agar bisa digunakan fleksibel saat terjadi krisis.

“Kalau terjadi keadaan luar biasa seperti pandemi, bencana, atau gejolak harga yang signifikan, bantuan ini bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Adi Arnawa.



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026