Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.989 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.944 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah disebabkan eskalasi konflik AS-zionis Israel dengan Iran meningkat.
"Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi dari faktor global risiko geopolitik meningkatnya eskalasi konflik AS Israel dan Iran terbaru," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Sentimen lain berasal dari menurunnya minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah dan menuntut kenaikan tingkat yield yang lebih tinggi.
"Yield tenor 10 tahun naik 10 bps (basis points) ke 7,45 persen, 8 tahun naik 17 bps menjadi 7,46 persen, dan tenor 5 tahun naik 2 bps menjadi 7,47 persen," ungkap Rully.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.981 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.971 per dolar AS.
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.