Denpasar (ANTARA) - BUMD PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyalurkan sebanyak Rp13,51 triliun kredit produktif kepada debitur usaha mikro kecil menengah (UMKM) atau 52,71 persen dari total kucuran kredit Rp25,63 triliun per Mei 2026.
“Realisasi kredit UMKM itu tumbuh 12,55 persen dibandingkan posisi sama 2025,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di Denpasar, Bali, Rabu.
Dengan realisasi itu, menurut dia, porsi kucuran pinjaman di bank pelat merah milik pemerintah daerah di Bali itu dominan untuk memperkuat kinerja UMKM.
Sedangkan penyaluran total kredit juga tumbuh 8,46 persen meski dunia usaha saat ini dalam kondisi fluktuatif karena dinamika global.
Ia mengungkapkan, kualitas debitur yang menerima pinjaman di bank daerah itu juga tergolong baik yakni rendahnya angka kredit bermasalah (NPL) yang per Mei 2026 menyentuh 0,96 persen.
Selama lima bulan 2026 dan di tengah kondisi geopolitik global pihaknya mencatatkan kinerja positif yaitu aset tumbuh 8,19 persen menjadi Rp43,12 triliun.
Nasabah yang menyimpan dananya di bank ini juga tumbuh 5,68 persen menjadi Rp35,40 triliun.
“Kami mencatatkan laba Rp670 miliar yang tumbuh 16,50 persen dibandingkan posisi sama 2025,” imbuhnya.
Di sisi lain, kinerja tersebut juga didukung para pemegang saham yang merupakan pemerintah daerah di Bali dengan suntikan modal mencapai Rp746 miliar pada 2026.
Sehingga, total modal disetor per Mei 2026 mencapai Rp3,63 triliun dan modal inti sebesar Rp5,98 triliun, yang memproyeksikan bank BUMD itu naik kelas yakni bersiap masuk kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 yaitu modal inti di atas Rp6 triliun pada 2026.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.