Badung (ANTARA) - Bupati Badung, Bali, I Wayan Adi Arnawa mengatakan kesadaran masyarakat di wilayahnya dalam melakukan pengelolaan sampah terus meningkat.
“Sekitar 76 persen sampah di Badung telah melalui proses pemilahan, itu menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya,” ucap Bupati Adi Arnawa di Denpasar, Selasa.
Ia menjelaskan sebelumnya pengelolaan sampah masih didominasi pola kumpul-angkut-buang dengan tanpa melalui proses pemilahan dari sumbernya. Namun kondisi yang terjadi di masyarakat tersebut mulai terus mengalami perubahan seiring kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.
“Dari total timbulan sampah di Badung, sekitar 660 ton per hari sudah terkelola. Hal ini didukung oleh keberadaan TPST3R di sebagian besar desa, serta pemanfaatan insinerator yang kini diperbolehkan untuk membantu penanganan sampah,” jelas dia.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan pihaknya juga tetap menyoroti permasalahan yang masih terjadi pada sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) khususnya dalam kerja sama dengan pihak ketiga pada proses pengelolaan sampah
Menurut dia, sebagian pihak ketiga belum memiliki sarana dan prasarana pengolahan sampah yang memadai, sehingga sampah langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
“Jika kondisi ini tidak diperbaiki, maka permasalahan sampah tidak akan pernah selesai. Penanganan harus dimulai dari hulu, termasuk mendorong sektor horeka untuk mengelola sampah secara mandiri, bukan hanya mengandalkan sistem angkut dan buang,” ungkap dia.
Ia menambahkan penanganan sampah membutuhkan komitmen dan sinergi dari sejumlah pihak, seperti pemerintah daerah maupun pelaku usaha.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.