Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk ke-10 kali berturut-turut atas laporan keuangan pemerintah daerah 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Ini cerminan kami dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel dan sesuai aturan," kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Bangli, Bali, Selasa.
Menurut dia, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur pemerintah daerah di Bangli untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan kepercayaan yang diberikan melalui opini WTP untuk tahun anggaran 2025 itu harus dijaga dengan terus memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pengelolaan anggaran daerah.
Bupati Bangli menambahkan capaian itu juga sekaligus menjadi modal penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta mendukung percepatan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bangli.
Sementara itu, Pimpinan I BPK Republik Indonesia I Nyoman Adi Suryanyana mengapresiasi seluruh pemerintah daerah di Bali yang berhasil mempertahankan kualitas laporan keuangan dengan baik, termasuk Kabupaten Bangli yang kembali meraih opini WTP.
Ia menekankan opini WTP harus menjadi landasan untuk terus memperkuat budaya dan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Penyerahan predikat itu diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan administrasi pemerintahan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pemerintahan yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.