Bangli (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli menegaskan kabupaten layak anak (KLA) wajib memberi dampak nyata kepada anak mencakup perlindungan dan memastikan tumbuh kembang anak optimal.

“KLA tidak hanya diukur dari capaian administrasi, tetapi yang lebih penting kebijakan dan program benar-benar memberikan manfaat kepada anak-anak,” kata Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Bangli Suciati Diar di sela sosialisasi KLA di Bangli, Senin.

Istri Wakil Bupati Bangli itu menambahkan anak merupakan aset sekaligus generasi penerus bangsa yang wajib dijamin tumbuh kembangnya secara optimal.

Anak-anak harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perlakuan buruk lainnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang ramah anak bukan hanya menjadi beban pemerintah semata, tapi perlu kerja sama kolektif yang melibatkan banyak pihak mulai pemerintah, dunia usaha, media massa, lembaga masyarakat, akademisi hingga keluarga.

Kegiatan sosialisasi diharapkan dapat menjadi wadah efektif untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman, serta meningkatkan komitmen seluruh anggota Gugus Tugas KLA dan para pemangku kepentingan.

Melalui diskusi dan pemaparan Narasumber Dari Dinsos P3A Bangli ,Bappeda Provinsi Bali, dan Ketua Forum Puspa Provinsi Bali diharapkan lahir berbagai masukan taktis, pembelajaran, dan strategi baru untuk memperkuat pelaksanaan program pemenuhan hak anak secara berkelanjutan di Kabupaten Bangli.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Forum Puspa Provinsi Bali Seniasih Giri Prasta, perwakilan Dinsos P3A Provinsi dan Kabupaten Bangli, serta seluruh anggota Gugus Tugas KLA Kabupaten Bangli.



Pewarta: Redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026