Denpasar (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan guna memastikan ketersediaan stok pangan serta menjaga stabilitas harga menjelang hari raya keagamaan.
“Kami turun langsung untuk memastikan kesiapan produksi pangan stategis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Komoditas berupa beras, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga perlu dipastikan produksi dan stoknya tetap aman,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan.
Peninjauan lapangan ini menyasar lahan budidaya cabai, bawang merah, padi, hingga peternakan babi dan sapi di wilayah Sading, Penarungan, Sangeh, Sobangan, dan Bongkasa. Langkah cepat tersebut diambil untuk mengantisipasi gejolak harga akibat lonjakan konsumsi masyarakat dan wisatawan.
Dalam sidak tersebut, TPID menyoroti pengembangan hortikultura di Subak Guming, Desa Adat Penarungan. Penguatan klaster pangan lokal dinilai krusial guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, terutama untuk komoditas penyumbang inflasi tinggi seperti cabai dan bawang.
“Kami ingin ada sentra produksi cabai, bawang merah, maupun bawang putih dengan luas tanam yang memadai. Dengan begitu ketahanan pangan daerah lebih kuat dan gejolak harga bisa ditekan,” kata Agus Aryawan terkait strategi jangka pendek penguatan pangan.
Sebagai instrumen pengendali harga saat panen raya, Pemkab Badung menyiapkan skema contract farming (perjanjian kerja sama bagi hasil pertanian). Melalui pola ini, Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana akan bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker) hasil bumi petani.
Dinas Pertanian dan Pangan Badung juga menyiapkan dukungan teknis berupa penanaman cabai di lahan seluas 4 hektare di kawasan Subak Lepud. Penanaman yang dijadwalkan mulai Agustus mendatang ini ditargetkan untuk menjaga kontinuitas pasokan saat memasuki musim hujan.
Pewarta: Antaranews BaliEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.