"Menjadi seorang tulang punggung keluarga, ya pasti saya pernah mengalaminya, dan itu adalah sebuah kebanggaan," katanya dalam konferensi pers pratayang film "Keluarga Suami Adalah Hama" di Jakarta, Kamis.
"Itu sebuah gift, yang enggak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu, di mana kita bisa bilang ke orang tua kita 'oke stop, istirahat, biar giliran saya yang menggantikan kalian'," katanya.
Bisa menjadi tulang punggung keluarga, menurut dia, merupakan kesempatan yang mesti dimanfaatkan sebaik mungkin dan berkah yang patut disyukuri.
Dalam film "Keluarga Suami Adalah Hama", Omar berperan sebagai Damar, lelaki yang memikul tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan istri, ibu, dan adik-adiknya.
Ia menyampaikan pentingnya mengomunikasikan kebutuhan dengan baik dalam keluarga.
"Tinggal bagaimana cara keluarga pada saat mereka membutuhkan, berkomunikasi itu dengan yang baik," katanya.
Omar menekankan bahwa komunikasi merupakan kunci untuk menjaga hubungan keluarga agar tetap sehat.
"Kalau saya sih, dengan cara seperti yang di film ini, saya enggak ngalamin, cuman seperti yang tadi saya bilang, kalau untuk tulang punggung keluarga, saya bisa bilang iya dan saya bangga," katanya.
Film "Keluarga Suami adalah Hama" garapan sutradara Anggy Umbara bercerita tentang Intan, yang terpaksa harus tinggal bersama keluarga suaminya, Damar.
Tuntutan-tuntutan dari keluarga yang sedang menghadapi masalah ekonomi membuat hubungan rumah tangga Intan dan Damar terganggu.
Pemeran film "Keluarga Suami adalah Hama" meliputi Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, Sitha Marino, Jeremie Moeremans, serta Fairuz A Rafiq.
Film ini dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 21 Mei 2026.
Pewarta: Sri Dewi LarasatiEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.