Denpasar, Bali (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengakselerasi kanal digital untuk meningkatkan potensi penerimaan asli daerah (PAD).

"Masih ada ruang peningkatan penerimaan retribusi dan pajak dengan digitalisasi dan QRIS," kata Advisor BI Bali Indra Gunawan Sutarto di Denpasar, Bali, Kamis.

Bank sentral itu mencatat porsi kanal digital mencapai 46,82 persen dengan realisasi penerimaan pajak dan retribusi pemerintah daerah di Bali melalui kanal digital pada 2025 mencapai Rp8,46 triliun atau meningkat dibandingkan periode sama 2024 mencapai Rp5,07 triliun.

Menurut dia, digitalisasi menjadi katalisator penerimaan daerah saat ini mencermati pergeseran preferensi transaksi masyarakat khususnya kalangan generasi milenial dan Z, yang keduanya merupakan pelaku utama ekonomi.

Adopsi sistem pembayaran berbasis digital atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) misalnya didominasi oleh kategori usaha mikro dan kecil, dengan dominasi usaha mikro mencapai 58,76 persen.

Hingga Februari 2026, pemanfaatan QRIS di Bali didominasi di Kota Denpasar oleh 434.637 gerai usaha, kemudian Badung sebanyak 290.525 gerai usaha, dan Gianyar sebanyak 114.507 gerai, dengan total seluruh Bali mencapai 1,1 juta gerai menggunakan QRIS.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga semakin meningkatkan transaksi digital seiring perluasan adopsi kartu kredit Indonesia (KKI).

Pada 2025, realisasi belanja seluruh pemerintah daerah di Bali mencapai Rp18,12 miliar atau naik signifikan dibandingkan 2024 mencapai Rp3,69 miliar.

Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, indeks elektronifikasi transaksi pemda (ETPD) Pemerintah Kabupaten Jembrana mencapai 100 persen.

Sedangkan Kota Denpasar indeks ETPD mencapai 94 persen, Badung (97), Gianyar (98), Bangli (98), Buleleng (98), Tabanan (95), Klungkung (98), dan rata-rata seluruh Bali mencapai 98 persen.

Ia menilai capaian digitalisasi perlu terus diperkuat agar ekonomi di Pulau Dewata terus menggeliat mengantisipasi konflik Timur Tengah yang membawa dampak terhadap ekonomi global.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026