Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, memantau secara intensif kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di daerah terdampak gempa besar bermagnitudo 7,4 di Jepang utara, Senin sore waktu setempat.
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat untuk mengetahui situasi terbaru terkait gempa dan tsunami yang terjadi.
“Seiring dengan itu, pemantauan kondisi terkini dari WNI juga dilakukan melalui komunikasi berkala dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, khususnya di Prefektur Iwate, Aomori, dan Hokkaido,” kata Al Aula, menurut keterangan tertulis KBRI Tokyo, Senin.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan terkait WNI yang terdampak gempa besar tersebut.
Adapun KBRI Tokyo telah membuka layanan darurat bagi WNI yang terdampak serta layanan informasi antar-masyarakat untuk memudahkan pemantauan kondisi WNI di sana, kata dia.
KBRI Tokyo terus mengimbau kepada WNI agar tetap tenang serta terus memonitor perkembangan peringatan tsunami dan mengikuti arahan otoritas setempat.
“Seluruh WNI agar selalu mengikuti instruksi dari pemerintah setempat jika diperlukan untuk evakuasi ke tempat yang aman,” ucap dia.
Para WNI juga diminta menjauhi lokasi perairan dan pantai serta mempersiapkan tas darurat yang berisikan makanan dan minuman yang cukup, alat penerangan, powerbank, dan uang tunai.
Bagi WNI yang menghadapi kedaruratan dan memerlukan bantuan KBRI Tokyo dapat menghubungi hotline KBRI melalui nomor telepon +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.
Pewarta: Nabil IhsanEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.