Denpasar (ANTARA) - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan pembangunan Jembatan Garuda menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah pelosok Bali.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Pangdam ke wilayah Jembrana, Bali, Kamis, dalam rangka meninjau fasilitas strategis berupa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan progres pembangunan jembatan.

Menurut dia, KDMP dirancang untuk menghidupkan kembali peran koperasi desa sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi.

“KDMP bertujuan meningkatkan ekonomi rakyat melalui pengelolaan kios pangan, apotek desa, hingga layanan logistik,” ujar Pangdam.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Garuda disebut sebagai infrastruktur strategis TNI AD untuk membuka akses wilayah yang sebelumnya terbatas.

“Jembatan ini akan mempercepat akses masyarakat ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan,” katanya.

Dalam kegiatan itu Pangdam didampingi jajaran pejabat utama Kodam IX/Udayana, termasuk Kapendam IX/Udayana Widi Rahman.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan.

Usai peninjauan, Pangdam turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menambahkan, keterlibatan TNI dalam pembangunan KDMP dan Jembatan Garuda merupakan bagian dari komitmen mendukung percepatan pembangunan nasional.

Menurutnya, Kodam IX/Udayana terus berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya KDMP dan Jembatan Garuda, diharapkan konektivitas wilayah semakin kuat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Bali dan sekitarnya.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026