Jakarta (ANTARA) - Film animasi keluarga terbaru “Garuda di Dadaku” garapan sutradara Ronny Gani akan menghadirkan hal baru dari versi film live-action sebelumnya.

Sebagai interpretasi baru dari IP (Intellectual Property) ikonis Indonesia, “Garuda di Dadaku” tetap mempertahankan identitas kuatnya sebagai film tentang sepak bola, sambil menghadirkan pendekatan melalui relasi antar karakter, nilai sportivitas, kerja sama tim, dan semangat juara yang dekat dengan keluarga Indonesia.

“Kita waktu itu decide untuk bikin film animasi kita yang pertama dengan IP Garuda di Dadaku, musti dipikirin dulu kayak ini juga berasal dari film yang sudah ada sebelumnya, bagaimana menata cerita yang pas untuk animasi. Waktu kita menentukan ide awal ceritanya kita harus melakukan sesuatu di animasi yang kita tidak bisa lakukan di live-action,” kata produser Shanty Harmayn, saat temu media di Jakarta, Selasa.

Diproduksi BASE Entertainment bersama KAWI Animation, film animasi “Garuda di Dadaku” resmi meluncurkan official trailer terbaru memperlihatkan lebih utuh dunia cerita yang berpusat pada Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki dengan mimpi besar menjadi pesepak bola terbaik Indonesia, dan Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang hadir di saat Putra mulai kehilangan keyakinan pada dirinya sendiri.

Namun film ini tidak hanya berbicara tentang perjalanan satu anak mengejar cita cita. Trailer memperlihatkan bahwa keberanian Putra tumbuh karena ada sosok-sosok yang percaya padanya—Gaga, Naya (Quinn Salman), teman-temannya, dan tim yang berjalan bersamanya.

Film animasi “Garuda di Dadaku” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.



Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026