Bangli, Bali (ANTARA) - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta memperluas inovasi digitalisasi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sehingga manfaatnya dapat optimal dirasakan masyarakat untuk pembangunan dan layanan publik.

"Pemerintah Daerah mencatat PAD telah menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya," kata Bupati Bangli di sela Rapat Paripurna DPRD Bangli terkait pandangan umum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2025 di Bangli, Senin.

Realisasi PAD Bangli pada 2025 mencapai Rp272,5 miliar atau naik dibandingkan 2024 mencapai Rp223,3 miliar.

Meski terjadi tren peningkatan PAD, namun ia sependapat dengan DPRD Bangli yang menyebut perlunya menggenjot inovasi digitalisasi di antaranya untuk mengembangkan potensi lokal sebagai kunci kemandirian daerah.

Untuk mengoptimalisasi PAD, Bupati Bangli akan melakukan percepatan digitalisasi pajak dan retribusi daerah.

Kemudian kualitas belanja dengan penerapan prinsip anggaran mengikuti program untuk memastikan anggaran tepat sasaran pada program prioritas.

Selanjutnya, sektor pertanian dengan cara penguatan konsep pertanian terintegrasi dan hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.

Sementara itu, dalam pandangan umum legislatif terkait LKPj Bupati Bangli pada 2025, DPRD Bangli mengapresiasi pelaksanaan APBD.

Namun, dewan menekankan peningkatan transparansi, akuntabilitas serta pentingnya inovasi dalam menggali potensi daerah berbasis kearifan lokal agar program kerja lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Legislatif menyoroti masih rendahnya kemandirian fiskal karena didominasi dana transfer pusat. 

Untuk itu, para wakil rakyat itu mendorong optimalisasi pajak dan retribusi daerah serta efektivitas belanja modal guna memperkuat tata kelola pemerintahan.

Selain itu, DPRD juga menekankan pada sektor pertanian sebagai motor penggerak ekonomi serta mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi PAD melalui koordinasi antar organisasi perangkat daerah yang lebih solid.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026