Jembrana, Bali (ANTARA) - Kelompok kerja (Pokja) Rumah Tahanan Kelas II-B Negara, Kabupaten Jembrana tetap produktif untuk mengembangkan peternakan ayam petelur untuk kebutuhan warga binaan.

"Saat ini hasil produksi kelompok kerja yang anggotanya adalah warga binaan, hanya cukup untuk kebutuhan dapur Rutan dan pelanggan yang sudah ada," kata Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan I Nyoman Tulus Sedeng di Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu.

Karena itu, kata dia, pihaknya belum bisa mengembangkan pemasaran yang lebih besar seperti untuk menyuplai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dia, pemberdayaan terhadap warga binaan lewat peternakan dan pertanian masih dalam koridor terbatas, berbeda dengan masyarakat di luar rumah tahanan.

"Yang paling pasti adalah areal dan lahan kami terbatas hanya di dalam rumah tahanan saja," katanya.

Dengan keterbatasan lahan tersebut, kata dia, setiap penambahan kapasitas produksi harus dihitung dengan matang.

Di dalam Rumah Tahanan Kelas II-B Negara, warga binaan dibagi dalam beberapa kelompok kerja yang menggarap pertanian dan peternakan.

Beberapa peternakan yang dikembangkan antara lain ayam petelur, babi dan lele yang mulai rutin panen dan siap dimanfaatkan.

Untuk memenuhi kebutuhan dapur rumah tahanan, warga binaan juga menanam berbagai jenis sayur-sayuran.

Kepala Rumah Tahanan Kelas II-B Negara I Gusti Agus Putra Mahendra mengatakan pertanian dan peternakan merupakan upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.

"Program ini melibatkan secara langsung warga binaan dalam proses pemeliharaan hingga panen, sehingga mereka dapat memahami secara menyeluruh proses pertanian maupun peternakan," katanya.



Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026