Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat empati dan kepedulian sosial.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya sekadar ritual menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih peduli dan berempati.
“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” kata Menag Nasaruddin Umar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu.
Ia menjelaskan gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadhan, sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual yaitu kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadhan sampai sebelas bulan mendatang.
“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Ia juga mengingatkan Idul Fitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina KabanEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026