Denpasar (ANTARA) - Baznas Provinsi Bali mengajak umat Muslim di Pulau Dewata membayar zakat fitrah sebelum Hari Raya Nyepi, 19 Maret.
“Kami imbau di awal itu agar umat Muslim melakukan pembayaran zakat sesegera mungkin, apalagi kan ini mendekati momen-momen Nyepi yang kami juga harus saling menghargai, menghormati, jangan sampai saat malam Nyepi nanti pendistribusian masih berjalan atau pembayaran masih berlangsung,” kata Ketua Baznas Bali Yunus Naim di Denpasar, Selasa.
Selain untuk memastikan Hari Raya Nyepi berlangsung khidmat, kata dia, pembayaran zakat fitrah lebih awal juga karena belum ada keputusan resmi 1 Syawal Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Awalnya mereka menargetkan pengumpulan terakhir pada pukul 22.00 WITA saat malam takbiran agar masih cukup waktu untuk mendistribusikan sebelum Idul Fitri.
Namun, kata dia, apabila hasil Sidang Isbat mengumumkan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, sedangkan pada 19 Maret umat Hindu di Bali masih menjalankan Nyepi yang juga terbatas pada akses informasi.
“Ya supaya cepat karena kami tidak tahu Lebarannya kapan, jadi seluruh kegiatan ini agar pelaku-pelaku zakat, kami imbau sebelum Nyepi sudah selesai atau berarti besok,” ujar Yunus.
Arahan ini juga sudah disampaikan Baznas Bali ke masjid, mushala, maupun yayasan, yang menjadi jaringannya sehingga komitmen menjaga harmoni di Pulau Dewata tetap terjaga.
Di kantor Baznas Bali, proses pembayaran zakat fitrah sudah mulai dilakukan pada hari keempat Ramadhan dan sudah mulai disalurkan pekan lalu untuk mempercepat kegiatan.
Yunus mencatat pada 2026 sebagian besar umat Muslim di Bali melakukan pembayaran via digital dan tunai, sehingga prosesnya menjadi lebih mudah dan cepat.
Ia telah menghitung jumlah uang tunai dari zakat fitrah yang terkumpul di kantornya sekitar Rp20 juta ditambah 1.350 karung beras masing-masing lima kilogram dengan harga kisaran Rp80.000.
Dengan demikian Baznas Bali menyalurkan zakat fitrah senilai Rp128 juta, belum ditambah uang dan beras dari jaringan di bawahnya.
Ia turut mengingatkan umat Muslim di Bali dapat membayar zakat dengan nominal Rp54.000 atau beras tiga kilogram per orang.
Nantinya zakat mereka akan disalurkan kepada sekitar 6.800 penerima di seluruh kabupaten/kota se-Bali, dengan didominasi di Denpasar dan Badung, sebab kabupaten/kota di Bali juga sudah memiliki kantor Baznas yang juga mengumpulkan zakat.
Menurut Yunus, percepatan proses pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah sebelum Hari Raya Nyepi tidak menjadi persoalan.
Yang menjadi tantangan di Bali adalah mengumpulkan umat Muslim dan mengajak membayar zakat di lokasi domisili mereka bekerja, sehingga manfaatnya diterima oleh masyarakat lokasi tersebut.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.