Denpasar (ANTARA) - RSUP Prof Ngoerah di Sanglah, Denpasar, Bali menyiapkan tujuh dokter spesialis untuk memperkuat layanan Unit Gawat Darurat (UGD) selama Hari Raya Nyepi 2026 guna memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di tengah pembatasan aktivitas masyarakat saat Nyepi.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah Denpasar I Made Darmajaya di Denpasar, Selasa, mengatakan layanan darurat tetap beroperasi selama 24 jam penuh.
Pihaknya menyiagakan tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu untuk mengantisipasi kebutuhan pasien darurat.
"Prinsipnya yang kami tidak layani adalah pelayanan Poliklinik Rawat Jalan. Kalau ada perlu tindakan darurat, kami menyediakan pelayanan darurat 24 jam yang kami lengkapi dengan tujuh keahlian spesialis yang bisa menunjang pelayanan darurat," kata dia.
Adapun tujuh dokter spesialis yang disiapkan meliputi spesialis bedah, obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, anak, jantung, anestesi, serta radiologi.
Kehadiran para spesialis ini diharapkan mampu menunjang penanganan cepat dan tepat terhadap berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Menurut Darmajaya, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan maksimal, meskipun sebagian layanan mengalami penyesuaian selama Nyepi dan libur Idul Fitri.
Ia menjelaskan selama periode tersebut layanan Poliklinik Rawat Jalan ditutup sementara mulai 18 Maret 2026 dan akan kembali beroperasi pada 23 Maret 2026.
Kendati demikian, layanan lain seperti UGD dan rawat inap tetap berjalan normal.
"Apapun masalah dari para pasien, kami akan mengakomodasi. Sekali lagi yang kita tidak layani adalah pelayanan yang poliklinik. Selain poliklinik, semua UGD 24 jam, rawat inap yang tetap jalan, disediakan spesialis yang memang stand by 24 jam di Rumah Sakit Ngoerah Denpasar," ungkapnya.
Selain itu RSUP Ngoerah juga memastikan kebutuhan logistik selama Nyepi terpenuhi, termasuk konsumsi bagi tenaga kesehatan, pasien, serta keluarga pasien yang berada di lingkungan rumah sakit.
Untuk pasien dengan layanan rutin, seperti hemodialisis dan kemoterapi, pihak rumah sakit telah melakukan penjadwalan ulang agar tidak mengganggu kontinuitas pengobatan.
Penyesuaian dilakukan dengan memajukan atau mengundur jadwal sesuai kondisi medis pasien.
Darmajaya menegaskan kesiapan menghadapi Nyepi merupakan agenda rutin yang terus dievaluasi dan ditingkatkan setiap tahun.
Dengan dukungan tenaga medis yang siaga penuh, pihaknya optimistis pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama Hari Raya Nyepi.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.