Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar aksi sosial dengan menyerahkan paket sembako kepada masyarakat memaknai Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Bupati Sedana Arta dalam sambutannya menekankan perbedaan agama dan adat istiadat di Kabupaten Bangli bukanlah hal baru, melainkan warisan luhur yang wajib dijaga oleh generasi penerus. 

Ia menyontohkan sejarah akulturasi budaya melalui Pura Dalem Balingkang dan keberadaan Pura Langgar di Desa Bunutin sebagai bukti nyata keharmonisan yang telah mengakar.

"Perbedaan di Bangli adalah warisan leluhur. Kita punya tanggung jawab sejarah untuk menjaganya. Jangan mudah terpancing isu provokatif yang bisa merusak kondusifitas daerah," ujar Bupati Bangli.

Paket sembako yang diserahkan merupakan hasil kolaborasi dan sumbangan dari para donatur, termasuk pihak Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan BUMD. 

Upaya itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Bupati berharap agar seluruh rangkaian perayaan keagamaan di Bangli, baik Nyepi maupun Idul Fitri dapat berjalan lancar.

Penyaluran sembako juga dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda,  jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tokoh-tokoh lintas agama dari PHDI, MUI, dan perwakilan gereja.



Pewarta: Tim redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026