Denpasar (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali memanfaatkan waktu libur panjang hari raya jadi kesempatan mengevaluasi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah mendapat sejumlah aduan dari masyarakat.

“Libur ini kami memfokuskan ke SPPG itu sendiri, jadi melakukan beberapa perbaikan yang belum bisa dipenuhi, mengevaluasi SPPG agar pada saat tanggal 31 Maret operasional kembali itu kami ataupun SPPG benar-benar siap untuk operasional dan bisa melengkapi kekurangan,” kata Koordinator BGN Bali Risca Christina dikonfirmasi di Denpasar, Senin.

Ia menyampaikan selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri proses distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bali ditiadakan. 

Selama 18-30 Maret 2026 ini BGN Bali akan fokus turun langsung mengecek SPPG untuk memastikan mereka berjalan sesuai petunjuk teknis yang berlaku, terutama memantau infrastruktur sebab beberapa aduan yang masuk berkaitan dengan infrastruktur pengolahan limbah MBG.

“Ada beberapa laporan juga, saat ini benar-benar ditekankan terkait IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) atau pembuangan limbah, karena saat ini SPPG masih operasional seperti biasa jadi belum kami evaluasi, kami akan melakukan evaluasi setelah Hari Raya Nyepi, kemungkinan 20 atau tanggal 21 Maret,” ujar Risca.

Selain libur panjang dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi SPPG di Bali, BGN juga melihat waktu libur dapat digunakan siswa untuk lebih banyak berkumpul dengan keluarga dan meringankan beban guru untuk datang ke sekolah.

Koordinator BGN Bali menjelaskan kebijakan meniadakan distribusi MBG selama hampir dua minggu itu berdasarkan surat edaran pusat, disusul adanya keputusan dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga kabupaten/kota di Bali bahwa selama itu tidak ada pembelajaran di sekolah.

Sebanyak 195 SPPG di Bali kemudian berkoordinasi dengan sekolah masing-masing, dilaporkan juga bahwa tidak ada sekolah yang mengajukan agar MBG tetap berjalan.

“Itu disesuaikan dengan koordinasi Kepala SPPG dan pihak sekolah, tapi sejauh ini setahu kami di Provinsi Bali memang libur juga dari tanggal 18 sampai 30, sejauh ini juga belum ada informasi yang kami dapatkan terkait kesediaan sekolah untuk tetap menerima MBG selama liburan ini,” kata Risca.

Dengan demikian maka selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri ini sebanyak 444.483 penerima manfaat terdiri dari siswa dan 3B di Bali tidak mendapat MBG.

Sementara untuk anggaran yang diberikan BGN ke SPPG tetap dibayarkan namun dipergunakan untuk SPPG ketika mulai beroperasi kembali di tanggal 31 Maret.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026