Denpasar (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Bali meminta warga memanfaatkan kegiatan Pasar Rakyat oleh TP PKK Bali di tengah lonjakan harga cabai jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

“Sebelum hari raya kami laksanakan (Pasar Rakyat) supaya masyarakat hadir ramai-ramai, produknya dari petani dan UMKM lokal langsung kami siapkan sampai jam 6 sore, barangnya ada terus kalau habis kami ambil lagi,” kata Kepala Distan Pangan Bali I Wayan Sunada.

Sunada di Denpasar, Jumat, menjelaskan khusus produk pertanian, semuanya merupakan produk lokal yang diambil langsung dari petani tanpa perantara tengkulak.

Ini membuat harga bahan pangan pokok di Pasar Rakyat Lapangan Renon lebih murah daripada harga di pasar tradisional.

Salah satu yang menjadi atensi Distan Pangan Bali adalah harga komoditas cabai yang melonjak tajam sepekan jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yaitu dari harga saat awal bulan Rp75.000 kini menyentuh Rp92.000-Rp100.000 per kilogram.

“Untuk menyambut Nyepi dan Idul Fitri kami memberikan harga yang sangat spesial pada hari qini, di bawah harga pasar, seperti secara umum kami disini menjual cabai Rp90.000 per kilogram sedangkan di pasar paling murah Rp92.000 ke atas jadi setidaknya beda Rp2.000 sekian,” ujar Sunada.

Demi mendapatkan harga yang lebih murah, pemerintah daerah mendatangkan hasil pertanian langsung dari sumbernya seperti komoditas cabai, bawang putih, dan bawang merah hasil petani Bangli dan Tabanan.

Tak hanya itu, produk lokal yang dijual dengan harga murah seperti buah-buahan lokal dari Buleleng dan Tabanan.

Sementara untuk daging tidak dihadirkan mengingat sampai saat ini produk daging di pasar tradisional harga dan stoknya masih stabil.

“Setidaknya ada selisih Rp1.000-Rp5.000 tiap produk kita turunkan dari harga pasar, asal jangan sampai pedagang disini juga merasa rugi nanti kapok dia ikut,” ucap Sunada.

Di luar Pasar Rakyat, melihat kondisi harga cabai yang naik di pasar tradisional ia memastikan akan terus menelusuri penyebabnya di lapangan sambil menekan dengan kegiatan-kegiatan operasi pasar.

Salah satu masyarakat pengunjung Pasar Rakyat bernama Made Murtini (52) mengaku terbantu dengan kegiatan ini.

“Saya beli cabai di sini sekilo Rp90 ribu tapi saya beli setengah saja, kalau di pasar kemarin saya beli lebih mahal memang, paling yang murah cabai keriting,” ucapnya.

Menurut dia agenda pemerintah daerah ini tepat diadakan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sebab masyarakat hanya perlu datang ke Lapangan Renon untuk mencari semua kebutuhan dengan harga yang lebih murah seluruhnya.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026