Buleleng, Bali (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar mengerahkan delapan personel untuk membantu mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng.
"Kami bersama BPBD kabupaten/kota se-Bali membantu proses pembersihan material banjir agar lingkungan dapat segera kembali bersih dan aktivitas warga dapat pulih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta di Buleleng, Bali, Jumat.
Selain mengerahkan personel, pihaknya juga membawa sejumlah peralatan untuk membantu pembersihan material sisa banjir.
Peralatan yang dibawa, di antaranya gerobak dorong, mesin gergaji, mesin semprot air, cangkul, sekop, dan peralatan evakuasi material banjir lainnya.
Tim BPBD menggunakan peralatan tersebut untuk mempercepat proses pembersihan lumpur, kayu, dan material lain yang terbawa arus banjir, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Material berupa lumpur yang tebal dan masih menutupi pekarangan rumah warga, membutuhkan upaya lebih besar untuk membersihkan kawasan pemukiman yang terdampak.
Selain itu, pohon besar yang tumbang akibat bencana alam itu juga harus dipotong menjadi beberapa bagian untuk memudahkan proses pemulihan kawasan.
Ia menambahkan sinergi antardaerah sangat penting dalam penanganan bencana, terutama untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Sementara itu, seiring dengan upaya penanganan yang dilakukan secara terpadu, kondisi di lokasi terdampak saat ini perlahan berangsur membaik.
"Proses pembersihan terus dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal," imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui BPBD juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dan siap membantu penanganan bencana di wilayah Bali sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kebersamaan antardaerah.
Sebelumnya, pada Jumat (6/3) banjir bandang menerjang pemukiman warga di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026