Buleleng, Bali (ANTARA) - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meminta pelaku usaha dan industri di daerah tersebut untuk bersama-sama membantu korban yang terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Banjar.
"Kolaborasi dengan dunia usaha menjadi sangat krusial untuk mempercepat pemulihan, mitigasi, dan penanggulangan risiko bencana. Oleh karena itu, saya mengajak dunia usaha di Kabupaten Buleleng untuk bergotong royong meringankan beban masyarakat yang terdampak," kata I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Pemulihan Pasca Bencana antara Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha di Kabupaten Buleleng bertempat di Ruang Rapat Kantor Bappeda, Buleleng, Kamis.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Buleleng hingga saat ini terus berupaya melakukan pemulihan khususnya di Kecamatan Banjar yang mengalami dampak bencana paling parah.
Pemulihan terkait meliputi pencarian korban yang masih hilang, pembersihan material yang terbawa aliran banjir, dan pemberian bantuan kepada korban banjir.
"Pembersihan ini yang berat oleh karena itu besok kami mengerahkan teman-teman ASN. Untuk pencarian korban yang masih belum ketemu, kami akan bernegosiasi dengan Basarnas untuk memperpanjang pencarian, serta kami terus upayakan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Sutjidra juga mengajak dunia usaha dan industri untuk langsung turun melihat kerusakan yang ditimbulkan dari banjir bandang yang menimpa beberapa waktu lalu tersebut. “Sekecil apapun bantuannya pasti akan berguna bagi saudara-saudara kita di Banjar,” terangnya
Sementara beberapa perwakilan dari dunia usaha menyampaikan bahwa pihaknya sudah sempat meninjau kondisi dan akan memberikan bantuan untuk meringankan beban dari masyarakat terdampak banjir bandang.
Ketua Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSLP) Buleleng, Ayu Reika Nurhaeni menyampaikan dari bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan materi dan juga korban jiwa.
Banjir bandang yang terjadi Jumat (6/3) malam, mengakibatkan 12 desa terdampak, merusak 31 rumah, sekolah, dan beberapa pura. Bencana ini juga merenggut empat korban jiwa, dimana satu orang yang terseret arus banjir belum diketemukan hingga saat ini.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026