Denpasar (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta menyebut konservasi tanaman mangrove penting untuk mendukung ekonomi kerakyatan, terutama menguatkan UMKM yang memanfaatkan tanaman mangrove.

Hal itu dikatakan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Aksi Tanam 1.000 Mangrove yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali di Arboretum Park, Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Senin.

"Kita punya prinsip, satu mangrove sejuta manfaat. Kalau akhir-akhir ini ada persoalan, kenapa mangrove mati, kita harus mengetahui secara pasti, matinya mangrove karena pipa Pertamina yang bocor atau bagaimana, kita berpikir positif dulu, tetapi yang jelas, kita semua sepakat menjaga Pulau Dewata," katanya.

Dalam kegiatan tersebut Giri Prasta tidak saja membuka kegiatan secara seremonial, tapi terlibat langsung ke area penanaman yang berlumpur dan tergenang air.

Wagub Bali mendengarkan dengan seksama penjelasan yang diberikan oleh Rossy dari Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

Revitalisasi lahan Pelindo untuk konservasi mangrove itu membutuhkan perhatian khusus, terutama akses jembatan, untuk mengantisipasi pasang surut air laut.

"Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan sesuai kebutuhan yang ada. Salah satunya membantu membuatkan jembatan di Arboretum untuk edukasi. Serta untuk akses aman dan mengantisipasi pasang surut air laut," kata Giri Prasta.

Dia mengatakan tanaman mangrove memiliki banyak manfaat yang dibutuhkan oleh alam, antara lain untuk menahan gelombang, habitat biota laut, hingga memberikan oksigen untuk alam sekitar.

Di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terdapat 1.337 hektare lahan mangrove. Karena itu pihaknya akan melakukan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem laut Bali.

Secara periodik, ekosistem pesisir itu harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

"Dalam visi Bali Era Baru yang dicanangkan Gubernur Bali, menjaga alam beserta isinya ini harus dilakukan secara bersama-sama. Menjaga mangrove dengan baik, maka semesta akan berpihak kepada kita," katanya.

Dalam kesempatan itu Wagub Giri Prasta juga apresiasi SMSI Bali yang memilih kegiatan merawat pertiwi pada hari jadinya yang kesembilan dan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Arboretum Park di Jalan Raya Pelabuhan Benoa itu merupakan lahan milik Pelindo. Kawasan hutan bakau itu sebelumnya mengalami kerusakan hingga 12 hektare di tahun 2018. Secara bertahap, revitalisasi dilakukan dengan motor penggerak dari Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

Wagub Giri Prasta berharap Arboretum Park menjadi wahana edukasi dan kawasan wisata mangrove. Pemanfaatan kawasan hutan bakau bukan saja sebagai sebagai penyangga kawasan pesisir, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026