Denpasar (ANTARA) - Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok di Denpasar memasuki Ramadhan 1447 Hijriah.
Pengawasan dilakukan menyasar sejumlah titik penjualan pangan di Kota Denpasar, Sabtu yakni Pasar Kreneng di Jalan Kamboja dan Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk.
Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy menjelaskan pengawasan dilakukan di pasar tradisional dan ritel modern guna memantau komoditas utama kebutuhan masyarakat tetap stabil.
“Komoditas yang dipantau Satgas Saber Pangan antara lain beras, telur, minyak goreng, kedelai, gula, jagung, cabai, bawang, dan daging. Kemudian berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi harga dan jalur distribusi,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga, menjamin keamanan, serta memastikan mutu pangan tetap terjaga selama Ramadhan.
“Apa yang dilakukan Satgas Saber Pangan ini untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar dan kualitas yang baik saat Ramadhan 1447 Hijriah,” kata Ariasandy.
Dari hasil pemantauan sementara, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Denpasar, masih relatif stabil dan pasokan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Satgas Saber Pangan tetap mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Apabila ditemukan pelanggaran, kata dia, sanksi akan diberikan secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
“Pengawasan akan terus dilakukan bersama instansi terkait. Satgas Saber Pangan Polda Bali juga mendorong distribusi yang lebih efisien agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga,” katanya.
Melalui pengawasan terpadu ini, Satgas Saber Pangan Polda Bali berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan dan kenaikan harga bahan pokok.
Satgas yang terlibat terdiri atas Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Perum Bulog.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026