Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, melindungi sebanyak 1.473 pekerja rentan untuk memastikan perlindungan sosial tenaga kerja.
"Iuran didukung melalui APBD serta sumber pendanaan lain yang sah," kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar di sela-sela peluncuran program perlindungan pekerja rentan di Bangli, Bali, Jumat.
Ia menjelaskan, perlindungan yang berikan adalah jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian kepada pekerja rentan.
Dengan adanya perlindungan itu manfaat program ini tidak hanya meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga mencegah keluarga pekerja jatuh ke dalam kemiskinan baru akibat risiko sosial yang tidak terduga.
Wakil Bupati menekankan pentingnya perlindungan pekerja rentan karena masih banyak pekerja yang belum terlindungi jaminan sosial.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional pada 2024, dari total 100.570 pekerja di Bangli, baru 36,80 persen atau 37.007 pekerja yang terlindungi jaminan sosial.
Dengan data itu, ia mengungkapkan masih ada 63.563 pekerja atau 63,20 persen yang belum memiliki perlindungan sosial tenaga kerja.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan, serta organisasi perangkat daerah terkait yang telah bersinergi.
Ia menargetkan, terus memperluas cakupan perlindungan pekerja rentan hingga minimal 80 persen dalam beberapa tahun ke depan, sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli Ni Luh Ketut Wardani menjelaskan jenis pekerja rentan yang menerima perlindungan tahun ini meliputi juru parkir.
Kemudian nakhoda/nelayan Danau Batur, ojek pangkalan, sopir, pelaku UMKM, hingga tenaga kesehatan dan pendidik non-ASN yang belum terakomodasi BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menambahkan perlindungan pekerja rentan di tingkat desa sudah mencapai 6.800 orang dengan rincian 100 orang per desa yang didanai melalui APBDes.
"Perlindungan terhadap pekerja rentan menjadi salah satu prioritas kami dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem," katanya.
