Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengaitkan Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 dengan cita-cita pahlawan.
Koster di sela apel Peringatan Hari Pahlawan di Denpasar, Senin, mengingatkan bahwa haluan pembangunan yang disusun saat periode pertamanya dengan terinspirasi dari Trisakti Bung Karno memuat arah pembangunan sesuai harapan pahlawan.
Oleh karena itu, tugas generasi muda saat ini adalah menjalankan haluan pembangunan tersebut.
"Agar meneruskan apa yang menjadi cita-cita para pahlawan kita dalam membangun bangsa dan negara, terutama di Bali adalah melaksanakan Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali untuk menjaga kekuatan unteng alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali," katanya.
Dalam prinsip Trisakti Bung Karno, Pemprov Bali dalam visi pembangunannya terinspirasi untuk mewujudkan daerah yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi.
Untuk itu, Gubernur Bali berpesan agar seluruh kegiatan dan program dalam rencana pembangunan ke depan dapat berjalan lancar dan sukses, terutama lima tahun pertama 2025-2030 sebagai pondasi menuju cita-cita pembangunan Bali.
Mengingat haluan pembangunan Bali yang masih lekat dengan cita-cita pahlawan, Pemprov Bali meminta generasi muda ikut berprinsip yang sama, yaitu tidak pernah melupakan api semangat tersebut.
"Api perjuangan itu tidak pernah padam dan itu harus kita warisi sebagai generasi penerus saat ini dalam menghadapi konteks kebutuhan dan perkembangan zaman kita," ujar Koster.
"Jangan pernah meninggalkan sejarah, kita bisa berdiri ini karena perjuangan pahlawan, sejarah perjuangan pahlawan kita semua," sambungnya.
Pesan yang sama turut disampaikan pejuang asal Bali yang juga Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bali I Gusti Bagus Saputra yang kini menginjak usia 95 tahun.
Ia mengingatkan agar generasi muda Bali menyiapkan diri untuk menyongsong Indonesia emas dan kemudian menjadi pemimpin masa depan.
"Persiapkan diri dengan matang, belajar dengan baik, cintai negeri ini, jadilah patriot cinta tanah air, ksatria yang bertakwa kepada tuhan, bangun lah negeri ini, dan jadikan cita-cita proklamasi, yaitu suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, makmur, aman, dan tertib," katanya.
Prajurit pada era perjuangan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai itu merasa bersyukur masih diberi umur panjang sehingga bisa melihat kondisi Bali dan generasi mudanya hingga hari ini.
Ia pun menaruh harapan besar kepada generasi muda. "Pemuda-pemuda sekarang ini benar-benar menjadi harapan bangsa. Pimpin negeri ini sehingga bisa sejajar dengan negara-negara maju, rakyatnya sejahtera, pemerintahnya demokratis, pertumbuhan ekonomi tinggi, pengangguran habis, semua rakyat bekerja, hidup aman tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan," ujarnya.
