Denpasar (ANTARA) - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebutkan kawasan pariwisata Sanur menyumbang 32 persen pendapatan asli Daerah (PAD) Kota Denpasar, Provinsi Bali, atau sekitar Rp640 miliar.
Wali Kota Denpasar mengatakan Sanur merupakan salah satu destinasi wisata terbaik yang dimiliki Kota Denpasar dimana dari Rp2 triliun pendapatan asli daerah Kota Denpasar, hampir 32 persen bersumber dari Pariwisata Sanur sehingga disebut sebagai destinasi wisata unggulan.
"Kalau ibarat dalam tubuh itu, Sanur ini adalah jantungnya Pemerintah Kota Denpasar. Kalau ingin jantung ini baik, tentu kita harus jaga dan kita rawat dengan baik," kata Jaya Negara di Denpasar, Sabtu
Untuk itu, dia meminta semua pihak menjaga Sanur bersama, tidak hanya pemerintah tetapi para pengusaha, juga masyarakat.
Pemerintah Kota Denpasar menaruh perhatian serius bagaimana Sanur terus tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.
Jaya Negara menjelaskan berbagai terobosan strategis juga telah dilaksanakan di Sanur, yakni penataan jogging track, penataan jalan, penataan drainase hingga pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Meski demikian, dalam pengembangan pariwisata, atraksi merupakan salah satu elemen penting untuk menunjang perekonomian daerah. Karena itu, Wali Kota Denpasar mengapresiasi pelaksanaan Sanur Festival Ke-18 di Pantai Muntig Siokan Sanur, Jumat (7/11) malam.
Wali Kota melihat kegiatan itu dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan dan memberikan dukungan terhadap kemajuan Sanur.
"Saat ini kita sedang memperbaiki, menata di depan Danau Tamblingan, yaitu jogging track-nya kita perbaiki, kabel-kabel kita turunkan. Kami mohon dukungan masyarakat, kalau nanti misalkan tidak boleh ada parkir, mohon dibantu jangan parkir di jalan itu, karena pemerintah akan menyiapkan sutle listrik keliling di sepanjang Sanur ini," ujarnya.
Jaya Negara juga mengapresiasi pelaksanaan Sanur Village Festival yang mengusung tema Guna Dusun.
Menurut dia, itu merupakan karya Ratu Pedanda Made Sidemen, yang mana dia merupakan seorang sastrawan, seorang budayawan, dan seorang penekun spiritual, dan seorang undagi yang terkenal.
Sementara Chairman Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra mengatakan festival tahunan yang menjadi ikon kawasan pesisir Kota Denpasar ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Sanur.
“Sanur Village Festival Ke-18 berkolaborasi dengan Bali Rockin Blues Festival. Kolaborasi ini menjadi simbol semangat Sanur untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan festival yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi masyarakat dan dunia pariwisata Bali,” ujar Ida Bagus Sidharta.
Ia menyampaikan keberlangsungan festival selama 18 tahun ini tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, pelaku pariwisata, pemerintah, dan komunitas kreatif yang terus menjaga semangat gotong royong khas Sanur.
Gusde Sidharta berharap, pengangkatan tema Guna Dusun dalam Sanur Festival ke 18 ini tahun ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berkarya dan menjaga keseimbangan antara adat, budaya, dan pariwisata.
“Semoga nilai-nilai ini bisa memberi manfaat dan kemakmuran bagi masyarakat Sanur dan Bali pada umumnya. Ini tentang bagaimana kita bisa memberi sumbangsih terhadap daerah kita sendiri, tempat kita mencari kehidupan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pariwisata harus memberikan guna bagi Sanur,” kata Gusde Sidharta.
