Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, memperkuat pengendalian inflasi daerah dengan menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Kami perlu melakukan langkah antisipasi dan preventif berkelanjutan agar gejolak harga menjelang momentum keagamaan dan akhir tahun dapat diminimalisir,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan diterima di Mangupura, Kabupaten Badung, Jumat.
Ia menjelaskan tingkat inflasi Kabupaten Badung sementara ini cukup terjaga dan masih berada pada posisi terkendali, dengan capaian yang menunjukkan hasil positif berkat kerja sama lintas sektor.
“Kami juga terus melakukan evaluasi untuk membahas berbagai potensi permasalahan menjelang perayaan besar keagamaan dan akhir tahun, termasuk isu distribusi pasokan bahan pokok, koordinasi antarinstansi, serta pengendalian harga komoditas strategis,” kata dia.
Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia, Pemkab Badung akan memperkuat sektor pertanian, ekonomi kreatif, serta ketahanan pangan sebagai fondasi ekonomi jangka panjang.
“Kami mengapresiasi pimpinan lembaga dan perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kami berterima kasih atas sinergi dan kerja keras seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujar dia.
Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Badung AA Sagung Rosyawati menambahkan terdapat sejumlah tantangan dalam pengendalian inflasi daerah setempat, antara lain terbatasnya kapasitas produksi pangan, kerentanan akibat perubahan iklim, distribusi pasar yang belum efisien, serta peningkatan kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan pariwisata terutama saat hari besar keagamaan dan musim liburan.
“Untuk itu kami memiliki strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan 4K+1 yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, komunikasi yang efektif, serta pemberdayaan masyarakat,” kata dia.
